Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

Rindu Yang Percuma

Gambar
Tertekan .. aku tertekan Dengan wajah mu pada malam itu. Kau datang menepis rindu. Tetapi pagi menjelang ku terbangun Justru dengan rindu yang baru Kamu datang membawa cerita Cerita usang yang seakan nyata Raut wajah nan ceria Menyambut ku datang di depan rumah Emosi hadir dapat ku sentuh Tangan , kaki , hidung dan bibir dapat ku raba Wangi dan dingin dapat ku rasa Semua nyata dapat kurengkuh Ku kira selamanya.. Namun hanya semalam saja. Ketika burung gereja bersuara Aku terbangun membuka jendela Ku lihat sudah pukul delapan. Ku lihat ada cincin di tangan Aku harus berdandan.. Bekerja lagi dengan bosan Barisan rindu itu makin beruntun Menuntut untuk bertemu Namun ku tau itu Sungguh gila pikirku Percumaa.. Kau begitu sulit untuk ku seret dalam tahunku Tahunku kini sudah berganti dengan yang baru. Ya kamu hanya ada di masa itu. Tahun di kala putih abu-abu Demi menepis rindu.. Ku tenggak air pilu Di pagi ...

Mimpi

Gambar
Mimpi adalah ilusi.. Sebuah ilusi kala jiwa pergi.. Ilusi yang meneror sebelum pagi . Membuat si gadis terus berimajinasi sepanjang hari. Mimpi yang tak kunjung hilang. Meski dia telah diambil orang. Dan aku hanya bisa berberang-berang Mengkhayal masa yang akan datang. Betul, obat rindu adalah bertemu. Tapi apa kau sangkup melihat dunia mu keruh Hanya karena ego mu. Tak begitu.. Nafas keluar dari liang hatiku. Berlari mencari siapa pemiliki rindu. Meski pilu tak sesendu dulu. Tetapi rasa itu masih seperti 9 tahun lalu. Ku coba menepikan hati Sadar dan mencoba berhenti. Menyadari semua yang telah usang. Dan menikmati suara sumbang, dari burung gereja di ujung petang