Postingan

(selasa, 28 November 2017) cilandak, jakarta selatan.        sejak pagi tadi jakarta cuaca nya sangat bersahabat untuk sekedar bernostalgia ringan. sebab basah nya tanah dan aroma khas daun menghiasi sepanjang perjalanan ku menuju kekantor. kebetulan hari ini teman sekantor ku sudah berangkat duluan sehingga aku harus mempersiapkan perjalanan ku menggunakan ojek online .       aku biasa pergi kekantor melewati jalan-jalan kampung. dari depok ke jagakarsa lalu tembus ke fatmawati. karena jalur cilandak cukup bikin kesal kalau harus dilewati melalui jalan TB simatupang. hari ini pekerjaan ku tidak terlalu banyak, yaa cukup lah untuk bikin kopi dan dinikmati dari lantai paling atas sembari memandangi jalan raya sekitar cilandak. pembangunan MRT  lebak bulus adalah pemandangan pertama yang kuliat, lalu pemandangan kedua dalah gunung yang ngumpet di balik gedung-gedung , dan pemandangan terakhir adalaaaahhhhh ... wajah-wajah pemain lama.. ...

BERSISIK HATI RASANYA

tidurlah dengan selimut kelam. dengan lampu temaram dan mimpi yang gelap rengkuh semua khayalan semaumu esok pagi kau akan bangun dalam ketidak warasan yang hakiki sebab separuh harapan mu lebur di makan takdir bersisik hati rasanya semakin di kerat semakin berdarah di dera dera sakit yang menggelincang mematahkan semangat hingga cakrawala sadarilah ini.. kamu bukan lagi pemeran utama hidupnya sudah memiliki aktris baru yang memainkan skenario tuhan seumur hidup kyang sutradara tersenyum bahagia. sebab ia tau apa yang di butuhkan hambanya bukan persoalan terima atau tak terima tapi demi kebaikkan bersama sudahilah.. tembok besar telah menutupi angkasa raya tak mudah kau geser bahkan kau hancur kan semesta tak mendukung

Hampir Low batt Kewarasan

kaca di kamar mandi kantor ku terlalu gemerlap. terlalu nyata membiaskan tubuhku . bisakah ia berpura-pura.. membiaskan wajah yang merona dan tampak bahagia. itulah cermin.. ia tak pernah berbohong. bukan seperti ku.. pandai sekali bagai tupai. cermin cermin .. bawa aku ke duniamu. masuk ke dalam setiap celah mu.. ajak aku berimajinasi dengan kehidupan semu. kemudian, tok... tok.. tok.. dari dalam cermin menyeret ku masuk. aku menurut.. dan aku .. ada di dunia yang ku mau. aku bangun dengan kopi yang manis.. tak ada asam lambung. ku menoleh ada sosok nya yang dulu. menemani  di setiap pagi dan malam ku ia mencerita kan, tentang sembilan tahun tanpa hadir ku. kelabu katanya bagai lemari berdebu. genggaman tangannya seolah ingin mengajak ku kemana pun ia mau tanpa malu dan tanpa ragu ada seorang gadis kecil lugu memanggilku ibu ia mirip sekali dengan laki-laki itu. dan berkata "bikinkan aku susu" aku ibu? ibu dari anak ku, tapi siapa ayah ...

Rindu Yang Percuma

Gambar
Tertekan .. aku tertekan Dengan wajah mu pada malam itu. Kau datang menepis rindu. Tetapi pagi menjelang ku terbangun Justru dengan rindu yang baru Kamu datang membawa cerita Cerita usang yang seakan nyata Raut wajah nan ceria Menyambut ku datang di depan rumah Emosi hadir dapat ku sentuh Tangan , kaki , hidung dan bibir dapat ku raba Wangi dan dingin dapat ku rasa Semua nyata dapat kurengkuh Ku kira selamanya.. Namun hanya semalam saja. Ketika burung gereja bersuara Aku terbangun membuka jendela Ku lihat sudah pukul delapan. Ku lihat ada cincin di tangan Aku harus berdandan.. Bekerja lagi dengan bosan Barisan rindu itu makin beruntun Menuntut untuk bertemu Namun ku tau itu Sungguh gila pikirku Percumaa.. Kau begitu sulit untuk ku seret dalam tahunku Tahunku kini sudah berganti dengan yang baru. Ya kamu hanya ada di masa itu. Tahun di kala putih abu-abu Demi menepis rindu.. Ku tenggak air pilu Di pagi ...

Mimpi

Gambar
Mimpi adalah ilusi.. Sebuah ilusi kala jiwa pergi.. Ilusi yang meneror sebelum pagi . Membuat si gadis terus berimajinasi sepanjang hari. Mimpi yang tak kunjung hilang. Meski dia telah diambil orang. Dan aku hanya bisa berberang-berang Mengkhayal masa yang akan datang. Betul, obat rindu adalah bertemu. Tapi apa kau sangkup melihat dunia mu keruh Hanya karena ego mu. Tak begitu.. Nafas keluar dari liang hatiku. Berlari mencari siapa pemiliki rindu. Meski pilu tak sesendu dulu. Tetapi rasa itu masih seperti 9 tahun lalu. Ku coba menepikan hati Sadar dan mencoba berhenti. Menyadari semua yang telah usang. Dan menikmati suara sumbang, dari burung gereja di ujung petang

Aku minta payung

Teruntuk jiwa yang panas Yang tersungkur ganas Tak menemukan peneduh Dan wadah untuk tiap peluh Teruntuk jiwa yang sepi Ada luka yang tak terobati Menjalar sampai ke nadi Dingin.. aku dinginn Tapi Tak butuh selimut. Karena Disini hujan Aku butuh payung Dimana payung ? Dicuri tetangga baru yang tak punya malu. Tuan , sudikah menjadi payung ku? Payung untuk si puan yang slalu panas. Dan tetiba dingin Seperti musim yang mudah berganti Dan mengukir waktu dengan sakit hati. Tolong lah .. Anggap saja ku mengemis Mengemis lalu menangis.. Keparat dengan cinta teramat sadis Meminta payung seperti meminta mobil manis. Payung oh payung .. Mahal harga mu atau sudah habis ?

Dia Bapakku

                         Ia takkan pernah pergi Meski emosi dan benci menusuk seperti belati Tapi esok hingga saat ini.. Darah nya mengalir di aku punya nadi Aku menyayangi nya tanpa bunyi Aku mengagumi nya dari hati Meski hitam selalu menghantui Trauma dan sakit hati tak aku peduli Meski ia bukan cinta pertama dalam hidupku.. Bukan juga sebagai pahlawan ku. Tapi ia tetap lah aku Dan aku tetap lah dia Tidak ada bagi kami kata mantan Tidak ada bagi kami kata bekas Kami hanya manusia yang banyak harapan Dan mudah menjadi panas Hitam putih berdampingan Dipinggir pelupuk mata ku. Antara marah dan menyesal menghiasi retina mata ku Menangis sakit dan menangis bahagia kurasakan selalu Dia bapak ku .. Bapak ku yang memiliki sisi gelap dan sisi terang dalam hatiku Bapak yang memiliki ruang untuk terus aku ingat Dan bapak yang juga memiliki ruang untuk aku benci Lembar...