Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

BERSISIK HATI RASANYA

tidurlah dengan selimut kelam. dengan lampu temaram dan mimpi yang gelap rengkuh semua khayalan semaumu esok pagi kau akan bangun dalam ketidak warasan yang hakiki sebab separuh harapan mu lebur di makan takdir bersisik hati rasanya semakin di kerat semakin berdarah di dera dera sakit yang menggelincang mematahkan semangat hingga cakrawala sadarilah ini.. kamu bukan lagi pemeran utama hidupnya sudah memiliki aktris baru yang memainkan skenario tuhan seumur hidup kyang sutradara tersenyum bahagia. sebab ia tau apa yang di butuhkan hambanya bukan persoalan terima atau tak terima tapi demi kebaikkan bersama sudahilah.. tembok besar telah menutupi angkasa raya tak mudah kau geser bahkan kau hancur kan semesta tak mendukung

Hampir Low batt Kewarasan

kaca di kamar mandi kantor ku terlalu gemerlap. terlalu nyata membiaskan tubuhku . bisakah ia berpura-pura.. membiaskan wajah yang merona dan tampak bahagia. itulah cermin.. ia tak pernah berbohong. bukan seperti ku.. pandai sekali bagai tupai. cermin cermin .. bawa aku ke duniamu. masuk ke dalam setiap celah mu.. ajak aku berimajinasi dengan kehidupan semu. kemudian, tok... tok.. tok.. dari dalam cermin menyeret ku masuk. aku menurut.. dan aku .. ada di dunia yang ku mau. aku bangun dengan kopi yang manis.. tak ada asam lambung. ku menoleh ada sosok nya yang dulu. menemani  di setiap pagi dan malam ku ia mencerita kan, tentang sembilan tahun tanpa hadir ku. kelabu katanya bagai lemari berdebu. genggaman tangannya seolah ingin mengajak ku kemana pun ia mau tanpa malu dan tanpa ragu ada seorang gadis kecil lugu memanggilku ibu ia mirip sekali dengan laki-laki itu. dan berkata "bikinkan aku susu" aku ibu? ibu dari anak ku, tapi siapa ayah ...

Rindu Yang Percuma

Gambar
Tertekan .. aku tertekan Dengan wajah mu pada malam itu. Kau datang menepis rindu. Tetapi pagi menjelang ku terbangun Justru dengan rindu yang baru Kamu datang membawa cerita Cerita usang yang seakan nyata Raut wajah nan ceria Menyambut ku datang di depan rumah Emosi hadir dapat ku sentuh Tangan , kaki , hidung dan bibir dapat ku raba Wangi dan dingin dapat ku rasa Semua nyata dapat kurengkuh Ku kira selamanya.. Namun hanya semalam saja. Ketika burung gereja bersuara Aku terbangun membuka jendela Ku lihat sudah pukul delapan. Ku lihat ada cincin di tangan Aku harus berdandan.. Bekerja lagi dengan bosan Barisan rindu itu makin beruntun Menuntut untuk bertemu Namun ku tau itu Sungguh gila pikirku Percumaa.. Kau begitu sulit untuk ku seret dalam tahunku Tahunku kini sudah berganti dengan yang baru. Ya kamu hanya ada di masa itu. Tahun di kala putih abu-abu Demi menepis rindu.. Ku tenggak air pilu Di pagi ...

Mimpi

Gambar
Mimpi adalah ilusi.. Sebuah ilusi kala jiwa pergi.. Ilusi yang meneror sebelum pagi . Membuat si gadis terus berimajinasi sepanjang hari. Mimpi yang tak kunjung hilang. Meski dia telah diambil orang. Dan aku hanya bisa berberang-berang Mengkhayal masa yang akan datang. Betul, obat rindu adalah bertemu. Tapi apa kau sangkup melihat dunia mu keruh Hanya karena ego mu. Tak begitu.. Nafas keluar dari liang hatiku. Berlari mencari siapa pemiliki rindu. Meski pilu tak sesendu dulu. Tetapi rasa itu masih seperti 9 tahun lalu. Ku coba menepikan hati Sadar dan mencoba berhenti. Menyadari semua yang telah usang. Dan menikmati suara sumbang, dari burung gereja di ujung petang