Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2015

Terimaksih Tuhan , engkau mengembalikan Oksigen untuk ku bernafas lega.

Terimakasih tuhan . engkau menggenggam erat doa-doa ku lalu engkau lepaskan di saat yang tepat dan waktu yang indah . Berbulan bulan lamanya aku sesak sendiri , seperti kehabisan oksigen atau bahkan diruangan hampa tanpa udara . aku meronta-ronta kesakitan , namun tak ada yang mendengar kecuali engkau wahai tuhanku . jangan kan berjalan mencari oksigen , berdiri saja pun rasanya sangat sulit . aku hampir menyerah , namun sesuatu menguatkan ku . aku tidak boleh menyerah .. "Dulu , aku tak bisa membandingkan mana siang atau pun malam"  Tuhan , masih ingatkah engkau bagaimana aku gila ketika bersujud padamu ? bagaimana mata ini sejadi-jadi nya karena terlalu berkabung ? bagaimana gelap nya hari ku meskipun itu siang hari atau sore hari bahkan pagi hari . semua terasa sama , seperti malam saja . tuhan jujur ku katakan , rasanya sungguh tidak mengenakkan . "Hingga suatu ketika ku temukan pelita dalam hatiku namun masih saja sesak"  setelah kehabisan oksi...

Untukmu , Tiada henti ku ucapkan terimakasih meski bukan pada waktu momen special

Tidak perlu aku lihat tanggal , hari apa sekarang ? ulangtahun kah kamu ? valentine kah ? atau anniversary kita kah ? karena rasanya dengan mengucap terimakasih padamu setiap hari saja masih belum cukup untuk ku . aku tidak perlu menunggu moment special untuk mengucap kan terimakasih padamu . "Terimakasih , karena engkau selalu bisa aku andalkan dari meninjam tangan mu untuk menghapus air mataku , bahu untuk bersandar bahkan hanya sekedar membukakan botol minuman" Pertama-tama, terima kasih banyak sudah menyadarkanku bahwa setiap manusia juga ada keterbatasannya. Terima kasih sudah mengingatkan bahwa aku tidak boleh terlalu sombong dengan mengira bahwa aku tidak butuh siapa-siapa. Kamu membuatku paham bahwa meminta pertolongan orang lain tidaklah sama dengan menjadi manja. Kamu mengajarkan bahwa membuat orang yang menyayangimu merasa berguna, sebenarnya sama dengan memberi mereka alasan merasa bahagia. Dari meminjamkan bahu untuk tempatku bersandar, sampai membukakan boto...