Aku minta payung
Teruntuk jiwa yang panas Yang tersungkur ganas Tak menemukan peneduh Dan wadah untuk tiap peluh Teruntuk jiwa yang sepi Ada luka yang tak terobati Menjalar sampai ke nadi Dingin.. aku dinginn Tapi Tak butuh selimut. Karena Disini hujan Aku butuh payung Dimana payung ? Dicuri tetangga baru yang tak punya malu. Tuan , sudikah menjadi payung ku? Payung untuk si puan yang slalu panas. Dan tetiba dingin Seperti musim yang mudah berganti Dan mengukir waktu dengan sakit hati. Tolong lah .. Anggap saja ku mengemis Mengemis lalu menangis.. Keparat dengan cinta teramat sadis Meminta payung seperti meminta mobil manis. Payung oh payung .. Mahal harga mu atau sudah habis ?