Dia Bapakku


                        
Ia takkan pernah pergi
Meski emosi dan benci menusuk seperti belati
Tapi esok hingga saat ini..
Darah nya mengalir di aku punya nadi

Aku menyayangi nya tanpa bunyi
Aku mengagumi nya dari hati
Meski hitam selalu menghantui
Trauma dan sakit hati tak aku peduli

Meski ia bukan cinta pertama dalam hidupku..
Bukan juga sebagai pahlawan ku.
Tapi ia tetap lah aku
Dan aku tetap lah dia

Tidak ada bagi kami kata mantan
Tidak ada bagi kami kata bekas
Kami hanya manusia yang banyak harapan
Dan mudah menjadi panas

Hitam putih berdampingan
Dipinggir pelupuk mata ku.
Antara marah dan menyesal menghiasi retina mata ku
Menangis sakit dan menangis bahagia kurasakan selalu

Dia bapak ku ..
Bapak ku yang memiliki sisi gelap dan sisi terang dalam hatiku
Bapak yang memiliki ruang untuk terus aku ingat
Dan bapak yang juga memiliki ruang untuk aku benci

Lembaran putih hidup ku
Ada tertulis tinta hitam tentang pilu
Pilu seorang si sulung yang mengadu
Bapak nya yang menganggap nya benalu

Lembaran putih hidupku
Ada juga tertulis tinta emas terang
Tentang arti kata berjuang
Si bapak untuk putri malang
Yang hanya sebentar merasa senang

Kelak ia akan menua
Dan akan kujadikan ia dewa
Agar ia merasa bahagia
Tak sedih seperti aku punya

Cukup sekian tentang ku dan dia
Dia yang ku sebut bapak
Tak banyak dapat ku cerita

Karena semua terasa sama saja

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mimpi