(selasa, 28 November 2017) cilandak, jakarta selatan.

       sejak pagi tadi jakarta cuaca nya sangat bersahabat untuk sekedar bernostalgia ringan. sebab basah nya tanah dan aroma khas daun menghiasi sepanjang perjalanan ku menuju kekantor. kebetulan hari ini teman sekantor ku sudah berangkat duluan sehingga aku harus mempersiapkan perjalanan ku menggunakan ojek online .

      aku biasa pergi kekantor melewati jalan-jalan kampung. dari depok ke jagakarsa lalu tembus ke fatmawati. karena jalur cilandak cukup bikin kesal kalau harus dilewati melalui jalan TB simatupang.
hari ini pekerjaan ku tidak terlalu banyak, yaa cukup lah untuk bikin kopi dan dinikmati dari lantai paling atas sembari memandangi jalan raya sekitar cilandak. pembangunan MRT  lebak bulus adalah pemandangan pertama yang kuliat, lalu pemandangan kedua dalah gunung yang ngumpet di balik gedung-gedung , dan pemandangan terakhir adalaaaahhhhh ...
wajah-wajah pemain lama..

     fiuuhhhhh .. seakan tak pernah lelah, dia selalu datang di sela-sela hari ku yang kosong, menghampiri lalu membuat hati gusar.
masih teringat jelas percakapan di dua hari lalu, ditengah malam dan gerimis nya kota depok.
aku menerima sebuah message, yang sungguh sangat enggan aku buka namun cukup membuat penasaran sejadi-jadinya. bahkan belum sempat di baca saja aku sudah berangan-angan tentang isi nya.
tidak perlu berjam -jam untuk memutuskan membuka pesannya, langsung ku baca dan kupikir-pikir balasannya. sebab aku tak mau terlihat seperti wanita bodoh untuk yang keberkian kalinya.
setelah ku jawab , percakapan itu mengarah kepada hal yang sudah sangat ku duga.
"apa yang kamu ingat hanya pertemuan kita yang terakhir?
sungguh, aku mengingat semuanya. semua masih terekam detail dalam ingatan ku. karena aku ibarat CD kosong yang tiba-tiba di isi video indah dulu.tetapi malam itu aku sengaja berpura-pura memudar kan ingatan ku. tapi semakin aku berpura-pura semakin jelas nyata dia cerita kan.
"kalau yang jatoh dari motor?" tanya nya pada ku melalui pesan.
"oh jatoh? yang mana sih dimana ? aku jatoh berkali-kali kok" mencoba tetap dalam kepura-puraan .
sesungguh nya saat itu juga aku langsung menengok sikut lengan kiri ku. dan keloid bekas jatuh bersamanya masih ada.

    percakapan itu berlanjut hingga dia menelfon ku , dan kami bersenda gurau melalui telfon hingga berjam-jam. entah apa yang ku ceritakan dan apa yang dia ceritakan. aku hanya terhanyut dalam nostalgia yang dihadirkan oleh pikiran ku sendiri. aku bahagia... yaaaa meski ku tau ini hanya semu.
dalam hati ku "semoga ini mimpi, aku tak ingin memulai hari ku (lagi)  dengan hal-hal yang membuat ku gusar akibat memikirkan nya. cukup bagiku "

    setelah malam itu , tanpa ku sadari telah ku mulai hariku hampir sama dengan hari-hari ku di tiga tahun lalu (di terakhir pertemuan kami) setelah tujuh tahun berpisah.
aku ingat kembali bagaimana ia memakai kan aku kalung yang terbuat dari permen, topi yang terbuat dari daun nangka, gesper dari tali rapia saat hari pertama ku masuk SMA .
bagaimana ia menyemangati ku untuk melewati rangkain ospek, saat ia antar dan jemput aku sekolah .. fiuuuhhhh memang yaa antara putih abu-abu ketemu cinta pertamaaa jelas akan selalu melekat bahkan sudah tujuh tahun berlalu.

"kita jalan dulu yuk cari bakso" kata nya..
"tapi ini udah sore jangan sampe magrib yah nanti bapak ku marah"
"engga kok, sekitar kalisari atau setu pedongkelan aja abis itu aku antar kamu kerumah"
"yaudah yuk"
di atas motor skyway tahun 2009 kita berjalan menyusuri jalan kalisari jakarta timur, kalisari yang tentunya berbeda dengan 2017.

   kalisari tahun 2009 adalah kawasan jakarta pinggiran yang masih banyak lahan kosong, pohon-pohon besar dan tidak terlalu banyak angkutan umum. tetapi sekarang kalisari sudah ada apartemen, banyak rumah, pohon sudah sangat jarang, dan angkutan umum semakin banyak. jika dari arah jakarta lalu belok kekanan itu sudah di hadapkan oleh macet dikarenakan angkutan 'oprengan' ngetem.
aku masih bisa menghirup bunga-bunga pohon beringin, dan masih bisa aku hirup udara pagi tanpa sesak asap kendaraan. walaupun tahun 2009 jakarta sudah kacau balau, tapi mungkin karena kalisari perbatasan jakarta depok sehingga dia belum terlalu seperti jakarta kota.

"kita pulang yuk udah jam setengah enam" aku sungguh mulai merasa panik kalau saja bapak pulang kerja tetapi aku belum juga pulang.
"yaudah yuk kita lewat setu pedongkelan aja yaaa"
saat itu kami makan bakso di deket SMA 106 dan memutuskan untuk mengantarkan ku pulang melewati jalan setu pedongkelan yang nantinya akn tembus ke jalan akses ui kelapa dua.
tapi sialnya, sore itu hujan tiba-tiba turun dengan deras nya, ahhhh hujan permisi dulu kek minimal gerimis kek , ini langsung turun . gerutu ku dalam hati yang saat itu benatr-benar panik khawatir bapakku marah jika aku pulang terlalu sore.
"kayanya kita hatus neduh dulu deh, disini aja ya" tanpa persetujuan dia langsung melipir ke depan toko es kelapa yang masih disekitaran kalisari.
"pake ini ya "
"kok kasih ke aku, terus kamu pake apa?"
"udah ngga apa-apa, kalo kamu sakit nanti tiap pagi aku ga punya kerjaan"
"kerjaan apa sih kok kamu aneh"
"yaiyalah kalo kamu sakit, kamu ga masuk sekolah terus kerjaan aku ngapain dong pagi-pagi? bosen kali cuma dari rumah terus dateng ke sekolah"
kami memang tidak satu sekolah , dia sekolah di daerah cijantung sementara aku di kalisari. yaaa tidak terlalu jauh sih.
ditengah hujan deras, jaket levis tebal miliknya sudah ada di badan ku. dan sering sekali aku mergokin mata nya sedang menatap ke arah ku "kenapa sih kamu ngeliatin aku terus? ada apa di kepala ku hah?"
"ada sesuatu yang ga bisa kamu liat, cuma aku"
"dih apa sih jangan horor dong"
"serius, diatas kepala kamu ada ring yang bersinat"
"yailah emang aku malaikat apa?"
"lho, emangnya? setau ku sih gitu. malaikat yang ga punya sayap"
"iih apa sih gombal terus"
" aku seneng sekarang akhirnya aku bisa ada disamping kamu. coba aja aku ga ngeberaniin diri minta nomor kamu di mall waktu itu. mungkin sekarang kamu ga disampmg aku lagi neduh di warung es kelapa"
"hahahha iyaaa yaaa kok kamu dulu berani sih padahal kan aku lagi sama mama aku"
"gatau aku mau berani in aja soalnya aku sering banget dulu merhatiin kamu waktu SMP. diantara ade kelas yang lain mata aku lebih menyorot ke kamu"
"hmmm yayaya tapi kenapa ga kamu coba deketin aku dari dulu pas di SMP?"
"duh apalah aku ini, cuma anak bandel yang sering di strap. mana mau kamu deket sama aku?"
dan hari itu terasa sangat panjang , aku melewati nya penuh dengan rasa suka, bahagia dan teduh ..
"eh kita pulang yuk , udah agak redaan nih" ajak ku saat itu.
akhirnya kita pun melaju di atas motor dengan kecepatan sedang kearah rumah ku.
sepanjang jalan aku rebahkan dagu ku di pundaknya, dan dalam hati "tuhan, aku ingin bersama nya selamanya. dia adalah lagu yang mengisi CD kosong ku pertama kali. sungguh ku pastikan ia akan sulit untuk ku delete"


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mimpi