Surat Terbuka Untuk sang adik

Teruntuk Adik ku tersayang .
Lama sekali rasa nya aku tidak memeluk mu , seperti saat engkau kecil dulu .
Lama sekali tidak ku lihat tingkah konyol nan menggemaskan dari mu dulu .
tak terasa waktu begitu cepat ya dik , kini engkau telah besar . sudah pandai engkau berdandan , begitu rupawannya wajah mu sekarang
ingatkah dulu , saat engkau ku bawa-bawa main bersama dengan teman-teman ku ? dan tak henti-hentinya kau membuat aku jengkel .
dulu , sewaktu aku mendengar kabar bahwa ibu sedang mengandung mu . betapa bahagia nya aku saat itu . bukan hanya ayah dan ibu tetapi aku pun juga menunggu akan kelahiran mu .
jauh di hari kelahiran mu , aku sudah mempersiapkan kelahiran mu seperti menyusun-nyusun nama mu , aku buat namamu persis dengan nama ku .

Dik , ingatkah dulu . kita selalu rebutan makanan ? kita selalu bertengkar karena hal sepele yang sangat tak berarti ? tapi sesudah nya , kita tetap bermain bersama lagi tanpa ada rasa benci atau pun dendam . kala ayah dan ibu sedang tak ada dirumah , akulah yang menjaga mu . aku siramnya air pipis mu , aku bersihkan dan engkau aku mandikan . tidak sedikit pun aku merasa jijik atau engkau merasa malu .

bila engkau sakit , bukan ayah dan ibu saja tetapi aku pun merasa sangat sedih . karna aku kehilangan teman bermain dan teman bertengkar ku .
dik, ingatkah kamu saat engkau dimusuhi teman-teman mu? aku yang sangat marah dan berusaha membela mu dari teman-teman mu . akan kukatakan pada mereka yang menertawakan mu . bahwa adikku ini adalah jagoan kecil ku yang super berani , meski aku akui bahwa sangat payah dirimu dulu .

saat engkau mulai masuk sekolah .
aku yang memperhatikan tumbuh kembang mu dik , dari engkau belajar berbicara mama, papa , lalu menyebut ku "mba" , melihat kau berlajar merangkak , lalu berjalan hingga akhirnya engkau sekolah .
kala itu , aku mendapatkan skolah yang jam masuk nya disiang hari , ayah dan ibu sibuk bekerja dan engkau merengek minta diantarkan pergi kesekolah . maka aku lah yang bersedia dengan senang hati mengantarkan mu .
sedih sekali batin ku , melihat seusia mu yang masih sangat dini , kecil dan polos . harus pergi kesekolah sendiri dan jarak antara rumah dan sekolah sangat lah jauh.
aku khawatir engkau iri dan cemburu dengan teman-temanmu yang slalu diantar ayah ibu nya .

kala itu , dimana keluarga kita diujuk tanduk .
tahukah engkau . satu-satunya yang ku pikirkan hanya engkau. aku takut , psikologi yang kau miliki akan terganggu ketika mengetahui ayah dan ibu seperti itu .
aku sendiri sudah mengerti , karena umur ku yang sudah cukup paham akan hal itu tapi bagaimana denganmu ? apa bisa engkau memahami sebagaimana aku memahaminya ?
benar saja , engkau tidak mengerti lalu engkau seperti kecewa dan berontak akan keputusan ayah dan ibu . engkau jadi sangat tak terurus ,lupa makan dan lupa segalanya ,aku sedih dik aku sangat sedih . takan tetapi aku bisa apa sedang kan aku pun harus menenangkan ibu dan , aku pun harus memikirkan sekolah ku .
kala itu , terlintas tekad keras dan bulat ku untuk bercita-cita bisa membahagikan kamu dan ibu dan membawa kalian kesuatu tempat dimana tidak akan kalian teringat akan masalah itu .

Sekarang engkau sudah besar yah ? tinggi mu sudah melebihi tinggi ku sekarang , setiap kali aku pergi dengan mu , orang-orang yang tidak tahu akan menebak bahwa engkau kekasih ku .
engkau juga sangat pintar dik , terimakasih yaa..setidaknya diusia mu sampai sekarang ini , engkau sudah bisa membuat ayah dan ibu bangga , dan aku sangat bersyukur engkau tidak pernah merasakan dunia kelam seperti ku , engkau selalu berada pada jalan yang lurus.
 ketika ayah dan ibu membanding-bandingkan engkau dengan ku , aku tidak pernah kecewa atau marah .
justru aku bangga , disaat ayah dan ibu kecewa padaku setidaknya ada obat untuk nya yaitu kamu .

ingat kah engkau dik ? saat engkau dimarahi ayah dan ibu dulu , siapakah yang engkau cari ? aku dik , engkau memanggil ku lalu dengan iba aku memeluk mu . lalu bisa kah , ketika sekarang aku sedang menangis,  akankah engkau pun memeluk ku sebagaimana dulu aku padamu ? Ah , rasa nya tidak , engkau pasti sudah lupa dengan semua nya dik karna usia mu masih terlalu dini saat itu atau barangkali yang kau ingat hanya saat aku menjahili mu , membuat mu menangis dan memarahi mu .

kini , semakin dewasa , semakin jarang rasa nya aku berbicara pada mu untuk sekedar tanya kan "apa yang terjadi padamu disekolah hari ini ?" "belajar apa kamu?" sebagimana dulu , ketika engkau baru masuk sekolah dasar , slalu ku tanyakan "sudah bisakah engkau berhitung?" "dua tambah dua berapa?" .
saat kita duduk berdampingan , kita seperti seseorang yang saling tak mengenal , asing sekali rasanya .
ditanganmu tergenggam sebuah ponsel pintar , yang membuat mu melupakan orang yang ada disebelah mu .

Dik , kakak mu yang dulu sempat di ceritakan tak berguna oleh ayah dan ibu,saat ini sudah bekerja . tahukah engkau apa cita-cita nya ? bukan menjadi guru , bukan menjadi polwan , bukan menjadi dokter tetapi mempunyai uang banyak agar bisa membelikan mu sepatu-sepatu impian mu , membelikan jam-jam kesukaan mu dan baju-baju bermerk terkenal begitu pun dengan ayah dan ibu . ingin sekali ku ajak mereka makan malam  direstauran mewah dan makanan enak .
maaf kan aku dik , jika selama bertahun-tahun aku bekerja , belum juga bisa membelikan itu semua , belum bisa memberi mu uang sepersen pun , dan memberikan mu kebahagian .
jujur dalam hati ku , sangat tak tega dan sangat ingin membuat mu seperti teman-teman mu ,yang selalu dibeli kan ini dan itu oleh kakak-kakak nya , hanya ku pinta darimu , bersabar lah dik , jangan membuat ku semakin merasa tak berguna .

tahukah engkau bagimana perasaan ku  saat tahu aku belum becus menjadi kakak ? tahukah engkau bagaimana saat aku lihat pakaian mu yang  kurang bergaya ? tahukah engkau dik , bagaimana perasaanku saat aku tahu bahwa engkau terlihat sangat bahagia saat orang lain memberikan mu makanan enak , pakaian bagus dan jalan-jalan ke berbagai tempat ? jika engkau ingin tahu , mungkin rasa nya seperti aku berada diruang yang sangat hampa , kosong tanpa oksigen . sesak , sendiri dan terpojok .

Dik , jika engkau lelah dengan sikap ku , aku tidak pernah lelah dengan sikap mu . karena aku tahu , kejengkelan ku yang sekarang  karena sikap mu ,masih sangat jengkel dahulu ketika engkau kecil . ketika engkau mengganggu acara bermain ku dengan teman-teman ku , merusak tugas-tugas sekolah kuu dan mengganggu tidur ku dengan tangisan mu lalu tak jarang harus juga ku bersihkan kotoran mu saat engkau buang di sembarang tempat .
bagaimana pun , engkau tetap adik ku . saudara kandung ku . percayalah aku tidak pernah membenci mu.

maaf kan aku dik , bagaimana pun buruk nya kakak mu ini engkau tidak bisa memilih untuk memiliki kakak kandung baru seperti engkau memilih pacar , ketika engkau merasa sudah tidak nyaman dengan mudah dan cepat engkau memiliki pacar baru .
tidak dik , kita tidak akan putus seperti pacar mu yang memutuskan hubungan cinta nya dengan mu .
engkau tetap adikku , seburuk-buruk nya engkau . aku tidak akan mencoba mencari adik baru .

Saat ada hal yang membuat kita bertengkar .
ingat engkau ? begitu dahsyat nya ucapan mu pada ku ? pernah kah kau coba bayang kan bagaimana jika engkau diposisi ku ? kakak yang sudah lelah bekerja dan sedang menopang begitu banyak beban lalu ketika sampai rumah harus melayani ucapannmu ? sebegitu rendah nya aku di mata mu dik ?
ketika kita duduk dalam diam masihd engan susasana pertengkaran sisa kemarin , aku mencoba melirik-lirik mu , ingin ku sapa kau terlebih dahulu namun aku takut hati ku hancur jika tahu aku akan menerima tanggapan sinis dari mu . aku memang tak selalu benar ketika bertengkar dengan mu , namun bukan berarti aku selalu salah . maka ku mohon , mengerti lah sayang .

tahukah engkau adikku?
Namamu selalu ku sebut saat ku bercerita padaNya , aku berdoa agar engkau tidak salah jalan dan tetap pada jalan kebenaran .  ku doakan untuk kesuksesan mu sayang .
terimakasih , jika engkau pun memiliki rasa yang dalam sebagaimana rasa ku pada mu .


_dari kakak perempuan pertama mu_


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mimpi