Terimaksih Tuhan , engkau mengembalikan Oksigen untuk ku bernafas lega.

Terimakasih tuhan .
engkau menggenggam erat doa-doa ku lalu engkau lepaskan di saat yang tepat dan waktu yang indah .
Berbulan bulan lamanya aku sesak sendiri , seperti kehabisan oksigen atau bahkan diruangan hampa tanpa udara .
aku meronta-ronta kesakitan , namun tak ada yang mendengar kecuali engkau wahai tuhanku .
jangan kan berjalan mencari oksigen , berdiri saja pun rasanya sangat sulit .
aku hampir menyerah , namun sesuatu menguatkan ku .
aku tidak boleh menyerah ..

"Dulu , aku tak bisa membandingkan mana siang atau pun malam" 

Tuhan , masih ingatkah engkau bagaimana aku gila ketika bersujud padamu ? bagaimana mata ini sejadi-jadi nya karena terlalu berkabung ?
bagaimana gelap nya hari ku meskipun itu siang hari atau sore hari bahkan pagi hari .
semua terasa sama , seperti malam saja .
tuhan jujur ku katakan , rasanya sungguh tidak mengenakkan .

"Hingga suatu ketika ku temukan pelita dalam hatiku namun masih saja sesak" 

setelah kehabisan oksigen , aku pun merasa kehabisan penerangan . semua gelap .
namun tiba-tiba aku masih menyadari bahwa aku masih memiliki pelita yang hampir redup dan ku coba nyalakan lagi sebagai penerang hidup ku saat itu . pelita itu kuberi nama iman .
meski aku sudah tak kegelapan , namun dada ku masih sesak tuhan .

"Terimaksih tuhan , akhirnya oksigen itu kembali mengaliri darah dalam tubuh ku dan aku hidup kembali"
Tuhan , ku ucapkan terimakasih , sekian lama aku berjuang dengan sakit ku , kini yang ku temukan bukan hanya pelita saja namun oksigen untuk ku bernafas . kini aku bernafas lega , oksigen ku kembali . mengaliri darah ku dan menghidupkan aku kembali .
Dada ku benar-benar lega

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mimpi