Untukmu , Tiada henti ku ucapkan terimakasih meski bukan pada waktu momen special

Tidak perlu aku lihat tanggal , hari apa sekarang ? ulangtahun kah kamu ? valentine kah ? atau anniversary kita kah ? karena rasanya dengan mengucap terimakasih padamu setiap hari saja masih belum cukup untuk ku .
aku tidak perlu menunggu moment special untuk mengucap kan terimakasih padamu .

"Terimakasih , karena engkau selalu bisa aku andalkan dari meninjam tangan mu untuk menghapus air mataku , bahu untuk bersandar bahkan hanya sekedar membukakan botol minuman"

Pertama-tama, terima kasih banyak sudah menyadarkanku bahwa setiap manusia juga ada keterbatasannya. Terima kasih sudah mengingatkan bahwa aku tidak boleh terlalu sombong dengan mengira bahwa aku tidak butuh siapa-siapa.

Kamu membuatku paham bahwa meminta pertolongan orang lain tidaklah sama dengan menjadi manja. Kamu mengajarkan bahwa membuat orang yang menyayangimu merasa berguna, sebenarnya sama dengan memberi mereka alasan merasa bahagia.

Dari meminjamkan bahu untuk tempatku bersandar, sampai membukakan botol minuman yang tutupnya merekat terlalu kencang. Dari mengganti lampu kamarku yang mati sampai mengingatkan saat aku lupa makan: terima kasih karena sudah selalu ada. Terima kasih sudah menjadi teman setia. Untukmu, aku pun berusaha untuk bisa menjadi seseorang yang sama bergunanya.

"Terimakasih , karena kamu benar-benar mau mengenal ku luar dan dalam, termasuk menerima kekurangan ku"

“Jatuh cinta itu mudah. Yang jauh lebih sulit adalah mempertahankan cinta tersebut saat sudah mengenal orang yang kita cintai luar-dalam. Karena dalam tahap itu, bukan hanya sifat-sifat baiknya saja yang akan kasat mata; sifatnya yang buruk, unik, sampai menyebalkan pun harus kita terima.

Jadi, terima kasih karena kamu sudah mau menerima sifat-sifatku. Terima kasih karena tidak menganggapku aneh jika aku menangis di tengah-tengah film yang bukan film sedih, jika aku sering membuat mu jengkel dengan tingkah ku , termasuk ketika aku selalu lupa dimana aku meletakkan barang-barang kepunyaan ku sendiri .

Terima kasih telah membuatku merasa diterima.”

"Terimakasih , karena selalu memuji ku bahkan saat muka ku tak tersentuh make up"

“Pertama kali kamu memujiku cantik, alisku tergambar sempurna dan aku memang sengaja memakai baju terbaik yang kupunya. Pertama kali kamu memujiku cantik, kukira, kamu hanya ingin menghargai usaha yang kukerahkan untuk terlihat spesial.

Setelah beberapa lama, aku tersadar. Kamu pernah memberikan pujian bahkan saat aku tak sedang berdandan. Jadi, terima kasih telah membuatku merasa nyaman tanpa alis yang sempurna atau maskara. Terima kasih untuk membuatku paham bahwa kaos dan jeans pun tak mengapa. Walaupun lucunya, ini hanya menambah keinginanku untuk selalu tampil baik di hadapanmu :)”

"Terimakasih karena engkau selalu memberi ku semangat , selalu membelaku meski terkadang itu adalah kesalahan ku"

Jauh sebelum kamu datang , aku selalu menghadapi masalah ku sendiri . tak ku ceritakan dengan siapa-siapa jadi tentu tidak ada yang membela ku atau melindungi ku .
namun ketika kamu datang , kamu bagai guardian angel yang datang selalu tepat pada waktu nya .
Disaat sekeliling ku menghujat ku , mencemooh ku , dan bahkan menyudutkan ku . kamu menjadi satu-satu nya yang selalu memberi ku semangat dan membela ku meski terkadang itu adalah kesalahan ku . maka sudah sepantas nya engkau ku sebut sebagai "poros hidup ku"

"Terimakasih , karena kamu selalu sabar saat aku mengecewakan mu lagi dan lagi bahkan sekali lagi"

Aku tahu , bahwa kamu memiliki rasa cinta yang begitu besar sebagaimana aku , setelah beberapa kali engkau aku kecewakan , kamu selalu punya tempat untuk memaafkan dan menerima ku kembali .
pada dasar nya kamu adalah sesosok laki-laki yang teramat keras , terimakasih juga dengan ku engkau bisa menjadi sangat lembut .
ku harap , ini bukan manis sementara . ku harap ini bisa menjadi awal yang lebih baik dari sebelumnya .

"Dan terimakasih karena kamu selalu mengisi kesunyian ketika ku telah habis kata-kata"

“Jika aku harus berterima kasih atas semua kebaikan yang pernah kamu lakukan, tulisan ini tak akan berakhir dan kamu yang membacanya pun akan bosan. Lagipula, aku tak mau membuatmu yang pada dasarnya rendah hati terlalu salah tingkah karena bertubi-tubi dipuji.

Mungkin sekarang bukan hari ulang tahunmu, namun aku tetap ingin memberimu sesuatu. Mungkin ini bukan hari jadi kita yang kesekian kalinya, namun aku tetap ingin menyampaikan rasa terima kasih. Atas kemampuanmu menjadi dirimu. Atas segalanya yang kamu berikan untuk kita.

Ingat saja, aku akan selalu membalasmu dengan berusaha memberi kebaikan yang sama. Kita sama-sama berusaha, ya? :)”









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mimpi