Rindu Yang Percuma
Tertekan .. aku tertekan
Dengan wajah mu pada malam itu.
Kau datang menepis rindu.
Tetapi pagi menjelang ku terbangun
Justru dengan rindu yang baru
Kamu datang membawa cerita
Cerita usang yang seakan nyata
Raut wajah nan ceria
Menyambut ku datang di depan rumah
Emosi hadir dapat ku sentuh
Tangan , kaki , hidung dan bibir dapat ku raba
Wangi dan dingin dapat ku rasa
Semua nyata dapat kurengkuh
Ku kira selamanya..
Namun hanya semalam saja.
Ketika burung gereja bersuara
Aku terbangun membuka jendela
Ku lihat sudah pukul delapan.
Ku lihat ada cincin di tangan
Aku harus berdandan..
Bekerja lagi dengan bosan
Barisan rindu itu makin beruntun
Menuntut untuk bertemu
Namun ku tau itu
Sungguh gila pikirku
Percumaa..
Kau begitu sulit untuk ku seret dalam tahunku
Tahunku kini sudah berganti dengan yang baru.
Ya kamu hanya ada di masa itu.
Tahun di kala putih abu-abu
Demi menepis rindu..
Ku tenggak air pilu
Di pagi yang tak biru
Dingin dan sembilu..

Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus